Piladang, 8 April 2020 M / 14 Sya'ban 1441 H
SEJARAH KITO MINANG,Piladang adalah sebuah Jorong yang terletak di Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat sekitar 3 Jam lebih kurang dari Kota Padang. Piladang yang lebih akrab disebut Tigo Alua Piladang (Tiga Alur) adalah suatu daerah yang langsung berbatasan dengan Luak Nan Tigo, Yaitu arah Selatan berbatasan dengan Luak Nan Tuo (Tanah Datar) dan sebelah Barat berbatasan dengan Luak Agam.

|
Pasar Piladang Tempo Doeloe
(Dok. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVdET_wqGLcQUlaZnJy_3NdxtxcXBdBfUPV9v2efwwojeGtnJHXzuLSXUEAz-dSrk5AY8iBrxFZXCduoTcYl7jmtfYxVHrK7ZoSo54cNEDsMFQbqI2DT_OInwcDT9iQ4AmysepoPpGVR8/s1600/De+markt,+vermoedelijk+te+Pajakombo.JPG)
|
Lebih detailnya Piladang secara Geografis berbatasan disebelah Utara dengan Jorong Sungai Cubadak, sebelah Selatan berbatasan dengan Jorong Seberang Parit, sebelah Timur berbatasan dengan Balai Panjang Limbukan Kota Payakumbuh dan sebelah Barat berbatasan dengan Jorong KOto Baru Kenagarian Batu Ampa.
Banyak sejarah perjuangan masa lampau yang tertanam di Tigo Alua Piladang ini baik dalam sejarah perjuangan perang maupun perjuangan Agamanya yang semua itu sudah hampir tidak dikenal lagi oleh generasi yang ada pada saat sekarang ini. padahal, perjuangan pahlawan asli Putra Daerah Tigo Alua Piladang sangat berbekas hingga masyarakat saat ini dapat berdiam tinggal di Jorong Piladang tersebut. setidaknya ada dua orang pahlawan Asli Putra Daerah yang gugur pada masa penjajahan zaman Belanda dan jasadnya dimakamkan di Guguak Malintang.
Selain itu Pildang juga mencatat sejarah perjuangan keagamaan yang juga diperjuangan dengan kisah yang sangat tragis yang mana masyarakat pada saat mendirikan shalat jum'at di Masjid Raya Piladang namun diluar Masjid tentara Belanda masih menembakan peluru-peluru tajamnya kepada masyarakat. Tapi, dengan Iman yang kuat Masyarakat waktu itu masih mendirikan Ibadah Shalat Jum'at sampai selesai sehingga sejarah tersebut sampai saat ini masih tertulis di dinding Masjid Raya Piladang yang terletak di Lurah Sandiang belakang Pasar Jum'at Piladang.
Selain letaknya yang strategis Piladang juga mempunyai banya sarana umun diantaranya:
- 1 Buah Pasar induk di Kecamatan Akabiluru
- 1 Buah Lapangan Sepok Bola
- 3 Buah Masjid
Masjid Raya (1879 M)
Masjid Al Furqon (1980an M)
Masjid An Nur (2019 M)
- 4 Surau
Surau Al Hidayah Ateh Bonai
Surau Muchlisin Tobek Godang
Surau An-Nur Ateh Dama
Surau An-Nur Malayu galanggang
- 5 Mushalla
Mushalla Nurul Iman Aia Taganang
Mushalla Nurul Huda Guguak Nunang
Mushalla Nurul Falah Simpang
Mushallah Baiturrahmah Goduang
Mushallah Nurul Ikhlas Guguak Malintang
- 6 Sekolah
TK Tunas Harapan Piladang
MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta)
SDN 02
SMPN 03
MTsN 06
SMAN 01
- 1 Eks Stasiun Kereta Api
- 2 Sarana Kesehatan
Buah Puskesmas
Poskesri
Semua yang ada di Tigo Alua Piladang saat ini sebahagian besarnya adalah perjuangan pahlawan serta tokoh-tokoh Asli Putra daerah masa lampau yang sampai sekarang nyaris sudah tidak dikenal lagi siapa pejuang dibalik itu semua. Semoga dengan catatan singkat ini dapat mengembalikan memori sekitar Tigo Alua Piladang untuk kembali dikenang oleh regerasi dimasa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar